Kamis, 12 November 2020

PJJ Bermakna di Masa Pandemi Covid-19 Pada "Anak Bangsawan" dengan Memanfaatkan Rumah Belajar

 Situasi pandemi Covid-19 memaksa kita supaya ekstra keras dan ekstra cerdas sehingga pembelajaran tetap berlangsung. Oleh karena itu, kompetensi guru dalam penguasaan teknologi menjadi krusial. 

-Mas Menteri dalam Kuliah Umum Pembatik Level 4 2020-

 

Pendidik harus fokus pada anak didik. Melihat tumbuh kembang secara holistik dan melakukan inovasi pembelajaran. Hadirkan inovasi, tinggalkan cara lama dan pola lama.

-Iwan Syahril (Dirjen GTK Kemdikbud)-

 

Mitra sesuai gugus tugas sudah masuk zona hijau. Proses belajar mengajar yang tidak ter-cover oleh metode dalam jaringan (daring), maka gagasan dan ide kreatif saya adalah siswa-siswa di Minahasa Tenggara wajib diistimewakan dan diperlakukan sebagai layaknya anak bangsawan.

-James Sumendap (Bupati Minahasa Tenggara)-

 

Kegiatan belajar yang telah dilakukan Pemkab Mitra sejak Pandemi Covid-19 sampai sekarang adalah proses pembelajaran siswa dilakukan di luar ruang kelas dan di halaman rumah, dengan prosedur pencegahan Covid-19, dan berdasrkan filosofi mendidik anak bangsawan. Kegiatan belajar ini dimonotring langsung oleh Dinas Pendidikan Pemkab Mitra. Tujuan melakukan monitoring ke sekolah-sekolah adalah untuk memastikan apakah benar proses pembelajaran yang dilakukan pihak sekolah berjalan dengan benar, termasuk jumlah siswa yang akan melakukan pembelajaran di halaman rumah.

-Ascke Benu (Kadis Pendidikan Kabupaten Minahasa Tenggara)-

 

Sejak diterbitkan Surat Edaran Kemdikbud Nomor 15 Tahun 2020 tentang Pedoman Penyelenggaraan Belajar Dari Rumah dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19, pembelajaran dilakukan secara jarak jauh, baik daring (dalam jaringan) maupun luring (luar jaringan). Ada empat tujuan dilaksanakannya pembelajaran jarak jauh, yaitu: (1) pemenuhan hak belajar peserta didik, (2) melindungi warga satuan pendidikan dari dampak buruk Covid-19, (3) mencegah penyebaran Covid-19 dan (4) pemenuhan dukungan psikologis bagi pendidik, peserta didik dan orang tua. Dengan prinsip pelaksanaannya sebagai berikut: (1) keselamatan dan kesehatan lahir batin seluruh warga satuan pendidikan, (2) memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi peserta didik, (3) berfokus pada pendidikan kecakapan hidup, (4) materi pembelajaran bersifat inklusif, (5) pemberian tugas bervariasi dan (6) hasil belajar diberikan umpan balik dan melakukan pola komunikasi interaktif.

 

Di seluruh Kabupaten Minahasa Tenggara melaksanakan pembelajaran jarak jauh dengan memperlakukan peserta didik layaknya “anak bangsawan”, yang diejawantahkan dengan hak yang sama mengikuti pembelajaran bagi semua peserta didik pada masa pandemi dan pelayanan maksimal oleh guru secara daring dan luring. Peserta didik yang tidak mempunyai kuota, tidak punya gawai, atau tekendala masalah jaringan untuk mengikuti pembelajaran daring, dapat mengikuti pembelajaran secara luring, dengan cara guru mengunjungi perserta didik tersebut dari rumah ke rumah.

 

Proses pembelajaran dalam masa pandemi Covid-19 ini, cukup sulit dikendalikan oleh guru. Oleh karena itu, guru perlu merancang pembelajaran jarak jauh yang bermakna. Bermakna dalam artian relevan secara konteks dan konten dengan kehidupan peserta didik. Untuk memfasilitasi Pembelajaran bermakna dalam masa pandemi ini, di SMP Negeri 2 Pusomaen, saya menggunakan strategi 5M dalam pelaksanaan proses belajar matematika:

1.             Memanusiakan hubungan

Kegiatan belajar mengajar tahun ajaran 2020/2021 dilaksanakan pada minggu pertama bulan Agustus. Sebelum kegiatan proses pembelajaran dilaksanakan pada bulan Juli, saya selaku guru melakukan pengumpulan informasi dengan mengunjungi orang tua dan peserta didik untuk berkomunikasi mengenai kesiapan orang tua dalam pembelajaran jarak jauh metode luar jaringan (misalnya: pendampingan orang tua untuk pembelajaran anaknya dan kesiapan ruangan untuk anak belajar). Selanjutnya, saya membentuk kelompok kecil yang beranggotakan maksimal lima peserta didik yang rumahnya saling berdekatan/bertetangga. Saya juga mempersiapkan perangkat pebelajaran yang akan digunakan, memperkirakan durasi pengerjaan tugas yang akan diberikan dan menyiapkan aktivitas dan tugas belajar.

2.             Memahami konsep

Saya menjelaskan pada orang tua dan peserta didik tentang tujuan dan prosedur Covid-19 untuk pembelajaran luar jaringan, yaitu guru dan peserta didik menerapkan protokol kesehatan: guru dan peserta didik memakai masker, jarak tempat duduk antar peserta didik minimal 1 meter, mencuci tangan pakai sabun dan mengecek suhu badan sebelum dan sesudah proses belajar mengajar, guru menyemprotkan desinfektan di kursi meja dan peralatan pembelajaran sebelum digunakan.

Kurikulum yang digunakan adalah kurikulum darurat (dalam kondisi khusus) penyederhanaan dari kurikulum nasional berupa pengurangan kompetensi dasar untuk setiap mata pelajaran sehingga guru dan peserta didik berfokus pada kompetensi esensial dan kompetensi prasyarat untuk kelanjutan pembelajaran di tingkat selanjutnya.

Dalam proses kegiatan belajar mengajar saya mengintegrasikan model pembelajaran yang inovatif dan teknologi dalam pembelajaran yang sesuai dengan tujuan pembelajaran. Agar model pembelajaran ini terlaksanakan, saya menggunakan model pembelajaran Discovery Inquiry Leaning (DIL).

Berikut ini langkah-langkah penerapan model pembelajaran DIL dengan mengintegrasikan Rumah Belajar dan TV Edukasi pada pembelajaran materi Gradien siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Pusomaen.

                 I.     STEM (Sumber Belajar, Tv Edukasi, Buku Sekolah Elektronik, Laboratorium Maya) 

 

        1)   Sumber Belajar. Sumber Belajar adalah salah satu fitur utama pada portal rumah belajar yang menyediakan materi ajar bagi siswa dan guru berdasarkan kurikulum. Materi ajar disajikan secara terstruktur dengan tampilan menarik dalam bentuk gambar, video, animasi, evaluasi dan permainan. Sumber belajar dapat diakses pada laman https://sumber.belajar.kemdikbud.go.id/

 

2)   TV Edukasi. TV Edukasi adalah sebuah stasiun televisi di Indonesia bidang pendidikan, yang bertujuan memberikan tayangan edukatif, berkualitas, santun dan mencerdaskan. TV Edukasi juga berfungsi sebagai media pembelajaran bagi peserta didik semua jenjang pendidikan, praktisi pendidikan, dan masyarakat. Untuk pembelajaran matematika. Materi-materi TV Edukasi sesuai dengan kurikulum dan juga memberikan banyak pelajaran tentang pengetahuan umum, pendidikan karakter, hingga aktivitas kreatif. TV Edukasi bisa diakses dilaman https://tve.kemdikbud.go.id/.

3)   Buku Sekolah Elektronik (BSE). Buku Sekolah Elektronik adalah fitur pada rumah belajar yang menyediakan konten buku digital atau e-book yang bisa dibaca ataupun di unduh dalam bentuk PDF. BSE dapat diakses dilaman https://bse.kemdikbud.go.id/.

4)   Laboratorium Maya. Laboratorium Maya merupakan salah satu fitur utama pada rumah belajar untuk simulasi praktikum laboratorium yang disajikan secara interaktif dan menarik, dikemas bersama lembar kerja siswa dan teori praktikum. Laboratorium Maya dapat diakses dilaman https://vlab.belajar.kemdikbud.go.id/.

 

                 II.     Aplikasi STEM dalam Pembelajaran Materi Gradien

 

Materi Gradien merupakan materi Kelas VIII Semester Kurikulum 2013. Pada Materi Persamaan Garis Lurus. Untuk mendukung penggunaan media pembelajaran matematika pada materi gradien saya menggunakan model pembelajaran Discovery Inquiry Learning.

 

Discovery Inquiry Learning (DIL)

Model Discovery Inquiry Learning merupakan pembelajaran yang menitikberatkan pada proses pemecahan masalah, sehingga peserta didik harus melakukan eksplorasi berbagai informasi agar dapat menentukan konsep mentalnya sendiri dengan mengikuti petunjuk pendidik berupa pertanyaan yang mengarah pada pencapaian tujuan pembelajaran. Model pembelajaran ini dapat digunakan untuk membudayakan berpikir tingkat tinggi (high order thinking/HOT), berpikir ilmiah dan mandiri. Berikut ini tahapan pembelajaran yang menggunakan model DIL.

a.         Pendahuluan. 

Berdoa dan salam, serta guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan membentuk kelompok-kelompok peserta didik. 

b.        Kegiatan Inti

Langkah-langkah model pembelajaran Discovery Inquiry Learning (DIL) dengan mengintegrasikan Sumber belajar, Tv Edukasi, Buku Sekolah Elektronik dan Laboratorium Maya pada pembelajaran materi gradien  SMP Kelas 8 Semester 1.

                                           i.          Pemberian Rangsangan

Peserta didik menyimak materi stimulus berupa video pembelajaran tentang gradien (dari Sumber Belajar dan TV Edukasi) serta simulasi dari Laboratorium Maya.

                                         ii.         Identifikasi Masalah.

Peserta didik ditugaskan secara kelompok mengidentifikasi dan merumuskan masalah pada lembar kerja peserta didik (LKPD).

                                       iii.          Pengumpulan Data.

Peserta didik mengumpulkan data dari Sumber Belajar, TV Edukasi, BSE dan Laboratorium Maya.

                                       iv.          Pengolahan Data

Peserta didik mengerjakan LKPD.

                                          v.         Pembuktian

Tiap kelompok peserta didik mempresentasikan hasil dari LKPD.

                                       vi.          Menarik Kesimpulan.

Peserta didik membuat kesimpulan.

c.         Kegiatan Penutup.

Guru memberikan evaluasi terhadapa hasil pekerjaan peserta didik, memberikan tugas rumah dan menyampaikan materi selanjutnya. Kegiatan belajar diakhiri dengan berdoa.

3.             Membangun keberlanjutan

Guru memberikan umpan balik terhadap perbaikan tugas serta bersama orangtua dan anak dapat berdiskusi tentang: apa yang sudah dipelajari, tantangan/kesulitan yang dihadapi, dan strategi untuk mengatasi kesulitan. Berikut ini tabel program guru membangun keberlanjutan bersama orang tua dan peserta didik

Kegiatan

Waktu Pelaksanaan

Agustus

September

Oktober

November

Desember

Guru memberikan umpan balik terhadap perbaikan tugas serta bersama orangtua dan peserta didik berdiskusi tentang: apa yang sudah dipelajari serta tantangan/kesulitan yang dihadapi siswa,

Minggu ke-4

Minggu ke-4

Minggu ke-4

Minggu ke-4

-

Menyampaikan hasil penilaian: harian, tengah semester dan akhir semester

-

-

Minggu ke-4

-

Minggu ke-4

 

4.             Memilih tantangan

Dalam kegiatan pembelajaran guru mengombinasikan aktivatas pembelajaran dengan berdiskusi dengan teman

5.             Memberdayakan konteks

Guru memberi tugas yang dapat menerapkan kemampuan murid pada konteks atau tugas sehari-hari di rumah; misalnya pada materi gradient tugas yang diberikan berupa mengukur kemiringan tangga

Meskipun jumlah jam mengajar bertambah dan berbagai kesulitan dalam pelaksanaan pembelajaran jarak jauh metode luar jaringan, tetapi saya bersyukur karena ini merupakan tugas mulia yaitu mencerdaskan anak bangsa dan ikut serta menjadi pejuang di masa pandemi covid. Guru masa kini harus siap dengan segala situasi kondisi yang dihadapi oleh negara kita indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar