Pada awalnya bilangan yang pertama-tama dikenal adalah bilangan asli
(natural/bilangan bulat positif: 1, 2, 3, ...dst.). Bilangan ini hanya
digunakan untuk menghitung banyaknya objek (misalnya menghitung
banyaknya ternak yang dimiliki seseorang atau kelompok). Pada zaman kuno
di Timur Tengah dan Eropa, yang dimaksud dengan 'bilangan' adalah
bilangan asli dan rasio dari bilangan asli (bilangan rasional positif).
Cina dan India kuno bahkan sudah mengerti tentang bilangan bulat
negatif. Aturan-aturan untuk penjumlahan dan pengurangan bilangan telah
dikenal di zaman Cina kuno sejak abad ke-2, sementara aturan-aturan
untuk perkalian dan pembagian bilangan sudah tercatat pada tahun 1303 di
Suanshu Chimeng Cina.
Seperti orang Cina kuno, Yunani kuno juga sudah mengenal aturan-aturan
penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian bilangan. Bilangan 2–√
(yang sekarang dikenal sebagai bilangan irrasional) telah dikaji oleh
para Matematikawan Yunani kuno, antara lain: Pythagoras (569-475 SM)
dari Samos dan Euclid (417-369 SM). Bilangan 2–√ muncul sebagi akibat dari rumus panjang sisi miring suatu segitiga siku-siku yang ditemukan oleh Pytaghoras, kemudian bahwa 2–√ adalah bilangan irrasional (yaitu 2–√ tidak dapat dinyatakan sebagai rasio dari dua bilangan bulat), dibuktikan oleh Euclid dalam bukunya Book X Elements. Walaupun eksistensi dari 2–√
telah diketahui pada zaman ini, tetapi pada saat itu bilangan
irrasional belum dipertimbangkan sebgai 'bilangan'. Hal ini di tegaskan
oleh Aristoteles (384-322 SM), bahwa 'bilangan' adalah diskrit (hasil
bagi dua bilangan bulat), sementara 2–√ ,
yang muncul dari persoalan 'panjang' ruas garis miring pada segitiga
siku-siku, tidak dapat dinyatakan sebagai hasil bagi dua bilangan bulat
(yang menurut Aristoteles ini bukan bilangan atau tidak diskrit). Hal
terakhir ini yang dikemukakan oleh Aristoteles mempengaruhi perkembangan
kalkulus pada zaman moderen.
Sumber : E. D. Bloch, The Real Numbers and Real Analysis, Springer. New York, Dordrecth, Heidelberg, London, 2010.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar